Senin, 21 Februari 2011

Tentang Malam

Ini tentang malam..

dimana kita biasa bertemu.

Bertemu??? Tidak..tidak..

Mungkin bukan sebenar-benarnya pertemuan

hanya sebuah perjumpaan-perjumpaan kecil

dimana aku dapat melihat senyuman-senyumanmu

atau..

hanya sekedar memandangi wajahmu yang menyejukkan itu


Kau tahu..

aku selalu menantikan malam-malam itu

meski mungkin disana ada kelamnya sepi

tapi kau selalu hadir

sebagai bintang alpha yang benderang


kau tahu..

aku selalu ingin menahanmu

agar kau tak segera beranjak pergi

dan akan kita habiskan malam-malam itu

menunggui pagi, membawamu ke siang hidupku

mungkin..

suatu saat..


tapi,

saat ini kumandang azan subuh kembali menyadarkanku..

untuk bersimpuh dihadapNya

KENANGLAH

Jangan pernah mengINGATku karena kau akan lupa..

Cobalah mengENANGku, karena ku akan abadi dalam hidupmu..

jadi..,
abadi-kanlah aku,
meski hanya dalam kenangan-mu.!

...MERDEKA...

Merdeka...

hanya sebuah kata

sederhana namun begitu kompleks

mungkin sebuah tanya, seruan, pernyataan

Atau tak berarti apa-apa

entahlah..

Merdeka...

Kata itu kadang terasa akrab

namun, terkadang sangat asing

di telingaku

Kemarin, pekikan "Merdeka"

sanggup menyatukan kebinekaan negeri ini

Hari ini, kata "Merdeka"

mungkin hanya sebagai simbol pada euforia 17-an

Esok, entah "Merdeka" itu bermakna apa?

tahukah??!

Merdeka itu tak sekedar bebas dari penjajah

Merdeka bukan cuma lepas dari keterkungkungan

apalagi cuman euforia belaka

Merdeka adalah mandiri

Merdeka adalah kesejahteraan bagi rakyat

Merdeka adalah terwujudnya keadilan bagi semua

Merdeka adalah ketika hukum menjadi tak berjarak dengan keadilan

Merdeka adalah bebas dari korupsi dan kolusi

Merdeka adalah berdaulat terhadap seluruh wilayahnya

Merdeka adalah pemerintahan yang bersih dan peduli pada rakyatnya

Merdeka menimbulkan konsekuensi dan tanggung jawab

Karena Merdeka adalah perjuangan


17 Agustus 2010

Keadilan di Negeri Duka

Tanyakanlah
pada barisan pegunungan di Tanah Rencong
tentang arti keadilan
yang kalian sematkan pada barisan kalimat indah dasar negeri ini

Tanyakanlah
pada setiap inci persada Pelagandong
tentang konsep keadilan
yang sering kalian dengungkan
dalam seremonial-seremonial tujuh belasan

Tanyakanlah
pada rimbunan belantara bumi Papua
tentang rasa keadilan
yang tak pernah kalian berikan
dari setiap gram emas yang terkeruk

Sebab kami tak pernah mengenal
apa itu keadilan
Sebab kami tak pernah tahu
rupa dan bentuk keadilan itu

Karena suara ini nyaris tak bersisa
Karena peluh dan air mata tlah mengalir bercampur darah
Karena kedua tangan ini sudah remuk tak berdaya
untuk,
Mencari keadilan di Negeri duka..


14 Agustus 2010

Sabtu, 22 Januari 2011

O P S I


Ini tentang pilihan-pilihan dalam hidupmu. Saat dimana kau dihadapkan pada beberapa pilihan yang harus segera kau tentukan, karena ini menyangkut keberlanjutan hidupmu kelak. Tahukah kau, kita perlu mengenal setiap pilihan-pilihan itu untuk memperoleh gambaran jelas seperti apa pilihan-pilihan itu sebenarnya dan akhirnya kita bisa menentukan dengan tepat apa yang seharusnya kita ambil.

Ini seperti ketika kita akan membeli sebuah pakaian. Kita takkan mungkin mendapatkan baju yang tepat dan pas hanya dengan sekali pandang. Tentunya kau harus mencobanya satu-persatu didepan cermin dan bahkan ada kondisi dimana kau meminta pertimbangan orang lain tentang beberapa pilihan baju itu. Banyak pertimbangan yang akan kau ambil untuk menentukan dan menjatuhkan pilihan pada baju yang tepat. Mungkin itu tentang bahan yang digunakan, warna, model, ukuran dan bahkan harga.

Saya pernah berdiskusi dengan seorang teman pada suatu pagi ketika kami baru saja tiba di tempat kerja . kami membahas metode mendidik yang tepat yang sebaiknya diterapkan orang tua untuk memberi pemahaman kepada anak-anaknya tentang baik dan buruknya sesuatu dalam hidup ini.

Orang tua seharusnya memberikan pemahaman tentang baik dan buruknya sesuatu dengan seimbang kepada si anak dengan menjelaskan secara detail akibat dan konsekuensi yang bakal didapat ketika akan melakukan sesuatu.

Misal, untuk memberi pemahaman dampak negatif narkoba dan miras, orang tua sebaiknya memperkenalkan seperti apa narkoba dan miras itu. Mungkin dengan cara membawanya ke tempat rehabilitasi pecandu narkoba atau ke lembaga pemasyarakatan khusus narkotika dan memperlihatkan kondisi orang-orang yang pernah mengkonsumsi atau bahkan telah menjadi pecandu. Dengan begitu di alam bawah sadar anak akan tertanam dampak-dampak negatif yang akan didapatkan dengan mengkonsumsi narkoba.

Mungkin sedikit ekstrim, Orang tua teman saya tersebut bahkan sempat menawarkan narkoba (shabu-shabu) untuk dicoba oleh anaknya dan setelah itu mereka bertanya bagaimana rasanya? Dan tentu saja teman saya berkata “tidak” karena barang haram itu memang membuatnya pusing.

Seperti halnya bagi seorang muslim ketika orang tua ingin mengajaarkan kewajiban shalat 5 waktu. Anak terlebih dahulu diberi pemahaman tentang kejadian manusia, tentang posisi manusia sebagai hamba Allah, dan tentang akan kemana kita setelah mati nanti. Baru kemudian si Anak diberitahu tentang kewajiban-kewajiban yang harus dilakukan oleh seorang hamba kepada Tuhannya.

Pemberian pemahaman seperti ini sangat penting agar si Anak tidak hanya menerima perintah dan larangan, baik dan buruk sebagai sebuah dogma belaka.

Kita bisa bercermin tentang bagaimana Rasulullah menanamkan dan memberikan pemahaman tentang Tauhid kepada masyarakat Mekkah. Rasulullah tidak serta merta menjejalkan kewajiban-kewajiban dan larangan-larangan kepada masyarakat mekkah pada waktu itu yang masih asing dengan Islam. Bahkan butuh watu belasan tahun untuk memberikan pemahaman tentang ketauhidan barulah memperkenalkan kewajiban dan larangan yang harus dipatuhi dalam islam.

Tentunya setelah menerima informasi tentang baik buruk, sebab dan akibatnya, si Anak dapat memilah dan memilih sendiri yang terbaik untuk diri dan hidupnya.

Kesimpulannya, Saya hanya ingin mengatakan jika kau dihadapkan pada beberapa pilihan dalam hidupmu, sebaiknya kenalilah dulu kriteria, ciri dari masing-masing pilihan itu agar kau bisa menentukan mana yang tepat dan terbaik untukmu. Sehingga suatu saat, kau takkan menyesal pernah berkata “inilah pilihanku dan ini yang terbaik untuk diriku!”. Semoga..

Kamis, 30 Desember 2010